HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tiga Hari Diburu, Pembunuh Sadis di Tapteng Ditangkap Polisi.

Expose,-  Sibolga

Tiga hari diburu, pembunuh di Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara, ditangkap Polisi Polres Tapteng.

Kasus tindakan kekerasan yang terjadi di Dusun II (dua), Lingkungan II (dua), Desa Mela II (dua), Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah pada Jumat (18/12), bermotif sakit hati.

Tindakan kekerasan yang dilakukan tersangka AZT (22) warga Jalan Sudirman, Kota Sibolga, terhadap O’o Zisokhi Lahagu, warga Dusun IV, Desa Mela II , Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, telah direncanakan satu bulan sebelum tersangka menghabisi nyawa korban.

Demikian keterangan konfrensi pers, Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy SH. S.I.K MH.  didampingi Waka Polres Kompol H. Rokhmat, Kasat Reskrim AKP Sisworo yang digelar di halaman Mapolres Tapteng, Rabu (23/12) siang mengatakan, selama tiga hari penyelidikan, Tim Polres Tapteng pelaku akhirnya berhasil mengamankan pelaku pada Senin (21/12/2020) pukul 01.00 di areal Kebun Sawit milik Perusahaan RMA di Desa Sikara-Kara II, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

"Usai mengabisi nyawa korban O’o Zisokhi Lahagu, pelaku diduga kuat melarikan diri ke tiga daerah dengan cara berpindah-pindah yakni, Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Padang Sidempuan dan Kabupaten Mandailing Natal," ujarnya.

Namun, berkat kesigapan petugas, akhirnya identitas pelaku dan tempat persembunyiannya dapat diketahui.

"AZT terduga pelaku tindakan kekerasan saat dilakukan penangkapan sama sekali tidak melakukan perlawanan dan kooperatif. Bahkan terduga pelaku juga mengakui kejadian kronologis pembunuhan serta barang bukti yang digunakannya untuk menghabisi nyawa rekan satu kerjanya, yang bekerja di salah satu bangunan di Desa Mela II," katanya

Berdasarkan dari hasil penyelidikan Tim Inafis Polres Tapteng bersama personel Polsek Kolang saat melakukan olah TKP, ditemukan luka di bagian kepala korban yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa.

"Setelah melakukan penyisiran di lokasi kejadian, tim menemukan barang bukti berupa minuman keras tuak suling dan sandal jepit. Sekitar 35 meter dari TKP tepatnya di dasar jurang ditemukan senjata tajam berupa parang yang di duga digunakan pelaku untuk menghabisi korban," jelasnya.

Menurut Kapolres, selama 3 bulan di tempat kerja yang sama, komunikasi di antara mereka tidak baik, hingga puncaknya malam kejadian. "Usai meminum minuman keras, tersangka langsung menghabisi korban dengan menggunakan sentaja tajam dari arah belakang," jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 340 subsider 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Sementara itu, kepada awak media, AZT mengakui perbuatannya. "Saya sakit hati kepada korban pak selama kami bekerja tiga bulan ini. Sebelum kejadian, saya sudah berencana menghabis nyawa korban," terangnya seraya tertunduk. (Pp)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *