HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pembangunan Islamic Center Dipertanyakan Dewan

Soal pembangunan Islamic Center dipertanyakan, karena hingga kini pembangunannya tidak selesai.
“Perencanaan pembangunan Islamic Center sudah cukup lama,  namun sampai saat ini pembangunan tak juga selesai. Lalu bagaimana pertanggungjawabannya. Dan seperti apa progressnya”, tanya Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan, Hendra DS  dalam rapat pembahasan Ranperda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Anggaran 2019 bersama Dinas Perkimtaru Kota Medan, Rabu (8/7/2020).
Rapat dipimpin Ketua Banggar Hasyim,  SE dan Ikhwan Ritonga dihadiri anggota Banggar, Paul Mei Simanjuntak, Afif  Abdillah, Hendra DS, Dedy Anshari Lubis,  Abdul Rahman, Renville Napitupulu, Dame Duma, Suciwati, Edwin Sugesti dan Ramadhan.
Sementara,  Afif Abdillah menyoroti pembangunan pasar dan banyaknya anggaran yang tidak digunakan di Dinas Perkimtaru. Dirinya melihat, banyak pembangunan pasar bermasalah. Afif juga menilai perbaikan rumah untuk masyarakat penghasilan rendah banyak tidak tepat sasaran.
Sementara, Dedi Anshari Nasution, mempertanyakan soal relokasi puskesmas di Jalan Kemiri.  Menurutnya, puskesmas tersebut sudah tak layak lagi.
Puskesmas dekat pasar,  sebutnya,  sudah tak layak dikarenakan bau tak sedap masuk ke puskesmas. Bagaimana orang sakit mau sehat, bila mencium bau busuk setiap hari,  katanya.
Selanjutnya, Paul Mei Simanjuntak menyarankan agar Dinas Perkimtaru membuat pagar di rumah susun (Rusun), agar kecelakaan tidak terulang kembali.
Menanggapi pertanyaan banggar, Kadis Perkimtaru Benny Iskandar menyebutkan, bahwa pembangunan Islamic Center terkendala dikarenakan pembebasan lahan yang semula direncanakan 40 hekter menjadi 20 hekter yang dibebaskan dan untuk dibangun.
Kendala lain,  sebut Benny,  sulitnya akses jalan masuk ke Islamic Center. Itu yang menjadi kendala.  Sehingga di tahun 2019, Dinas PU Kota Medan telah membuat hot mix ke Jalan Rawe agar pembangunan Islamic Center terlaksana,  ujarnya.
Disebutkan Benny,  sebanyak Rp. 20 miliar telah dianggarkan untuk pekerjaan tahap pertama di tahun 2020.
Soal pasar, diakui Benny, banyak terkendala dikarenakan pihak pengembang tidak melakukan tagihan pembayaran. Seperti pasar Kampung Lalang. Pembangunan sudah selesai tapi tagihan pembayaran belum diajukan. Dan masih banyak pembangunan pasar-pasar yang belum terlaksana.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *