HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Perwal Pemberlakuan Cluster Isolation

Terkait dikeluarkannya Peraturan Walikota (Perwal) tentang pemberlakuan 'Cluster Isolution' diseluruh wilayah Kota Medan. Yang mana pemberlakuannya mulai efektif per 1 April 2020 kemarin, dengan harapan dapat mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Kota Medan.

DPRD Medan sendiri selaku lembaga Legeslatif sangat menyetujui pemberlakuan Perwal tersebut, walaupun dalam perencanaan produk hukum tersebut tidak pernah dilibatkan. Apalagi saat ini Kota Medan sudah masuk kedalam zona merah penyebaran virus corona. "Saya dukung keputusan Walikota yang mengeluarkan perwal pemberlakuan isolasi mandiri ini. Sebab, 'Cluster Isolution' sendiri penerapannya lebih halus dari pada penerapan PSBB," kata Hasyim saat di konfirmasi wartawan melalui telepon selular, Minggu (3/5/2020).

Seharusnya, sambung Hasyim, seminggu sebelum pemberlakuan perwal ini, Pemko Medan harus mensosialisasikannya kepada seluruh masyarakat. "Manfaatkan Camat, Lurah dan Kepling untuk membagikan selebaran tentang perwal tersebut. Dan kalau bisa sekalian membagikan masker kepada warga miskin Kota Medan," jelasnya.

Sebab, lanjut Politisi Partai PDI-P kembali, salah satu poin didalam perwal tersebut mengharuskan bagi pengendara yang melintas di ruas jalan inti Kota Medan, harus menggunakan masker. Dan apabila warga Kota Medan tidak mengindahkannya, ada sanksi administrasi yang akan dikenakan.

"Kan dana yang dikucurkan oleh Pemko Medan ke gugus tugas pandemi Covid-19 cukup besar. Ya dana itulah dimanfaatkan untuk membeli masker buat warga miskin. Yang mana saat ini buat makan mereka aja susah, apalagi buat beli masker," pungkasnya.

Oleh sebab itu, tanpa kerja sama dan peranserta dari seluruh warga Kota Medan. Besar kemungkinan perwal ini akan gagal didalam pelaksanaannya. Mengingat, kondisi ekonomi warga saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi menambah beban mereka dengan harus membeli masker sendiri.

Masker yang dianjurkan itu terbuat dari kain, karena bisa dicuci kalau kotor dan bisa dipakai ulang. Harga satuanya sekitar 5 hingga 6 ribu rupiah per buah, uang sebesar itu sangat berarti buat meraka untuk bertahan hidup di masa pandemi ini.

"Kalau buat kita mungkin harga masker tersebut bisa terjangkau, tapi buat warga miskin yang terpapar Covid-19, lebih baik uang beli masker itu dipergunakan untuk membeli sembako," terang Hasyim.

Diakhir pembicaraan, Hasyim meminta agar pemerintah Kota Medan harus benar-benar mengetahui akan kondisi perekonomian warganya. Apabila perwal 'Cluster Isolution' mau berjalan dengan baik dan lancar.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *