HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tekan Penyebaran Covid 19, Pemko Akan Menerapkan Cluster Isolation

Guna menekan penyebaran virus corona disease 2019 (covid-19) di Kota Medan, Pemko Medan akan menerapkan Cluster Isolation. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir.H.Akhyar Nasution, M.Si usai menggelar rapat dengan tim ahli Gugus Tugas dalam Penanganan Covid-19 di Kota Medan, yang digelar di Gedung Dharma Wanita Kota Medan yang juga merupakan Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di jalan Rotan Medan Petisah, Senin (20/4).

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda dan pimpinan OPD Kota Medan ini, Plt Wali Kota Medan menyampaikan bahwa hasil rapat dengan tim ahli untuk saat ini Pemko Medan akan menerapkan cluster isolation yaitu mengelompokan masyarakat yang sakit untuk di isolasi sehingga penanganannya dapat lebih fokus.

"Melihat perkembangan covid-19 di kota Medan, kita akan menerapkan cluster isolation agar penangananya dapat lebih fokus, kita sudah memiliki datanya berdasarkan by name by address."kata Plt Wali Kota Medan. Karena itulah, lanjut Plt Wali Kota Medan nantinya Pemko Medan akan membuat peraturan cluster isolation tersebut sehingga dapat diketahui dengan jelas apa yang menjadi hak dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan.

"Kami bersama tim ahli akan membuat peraturanya agar dapat segera diterapkan di kota Medan."ujar Plt Wali Kota Medan. Disamping itu Plt Wali Kota Medan berharap dengan kehadiran tim ahli ini maka akan membantu Pemko Medan untuk lebih cepat melakukan penanganan terhadap virus corona sehingga tidak terjadi kasus yang lebih besar.

"Diharapkan tim ahli ini dapat memberikan informasi yang akurat sehingga dapat menjadi acuan dalam mengambil keputusan."harap Plt Wali Kota Medan. Selanjutnya Plt Wali Kota Medan menambahkan dari data terakhir penanganan covid-19 di Kota Medan, saat ini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Medan yang dirawat berjumlah 70 orang, Positif Covid-19 yang dirawat berjumlah 46 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sedang dipantau berjumlah 27 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sedang di pantau berjumlah 33 orang dan Pelaku Perjalanan (PP) yang sedang di pantau berjumlah 416 orang. Selain itu untuk kota Medan sendiri terdapat 74 Rumah Sakit dan 264 ruang isolasi yang saat ini belum terpakai semuanya.

"Artinya fasilitas kesehatan di Kota Medan masih belum digunakan seluruhnya"lanjut Plt Wali Kota Medan. Sebelumnya dalam paparan yang disampaikan salah seorang anggota Tim Ahli, Dr.dr. Beni Satria,M.Kes,SH.MH (pakar hukum kesehatan) menyampaikan apresiasi atas langkah yang telah di lakukan Pemko Medan dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan cara menghimbau masyarakat untuk melakukan penerapan physical distancing, menyediakan sarana cuci tangan, mewajibkan penggunaan masker dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di jalan maupun tempat-tempat umum seperti sekolah.

Selain itu dirinya juga mengusulkan agar Pemko Medan segera melakukan intervensi untuk memisahkan yang sakit dengan yang sehat dengan cara isolasi agar tingkat penyebaran virus ini dapat dihentikan. Dalam rapat ini juga disampaikan perkembangan covid-19 di kota Medan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr.Edwin Effendi,M.Sc kemudian dilanjutkan dengan penyampaian langkah-langkah yang telah diambil untuk penanganan covid-19 serta bantuan yang diterima dari berbagai element masyarakat baik yang melalui Pemko Medan ataupun yang diserahkan langsung ke masyarakat yang disampaikan oleh Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring,S.Sos,MSP.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *