HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pengusuran Terhadap 42 Warkop Elisabeth

– Penggusuran terhadap 42 warung kopi (warkop) Taman Ahmad Yani (warkop Elisabeth) yang terletak dijalan Haji Misbah, Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun pada Kamis (1/8/19) pagi dimulai pukul 09.00 WIB sampai selesai, menjadi penilaian masyarakat Kota Medan atas tindakan tegas dari Kasat Pol PP Kota Medan, M.Sofyan dalam menindak dan menggusur pedagang kaki lima yang berjualan dilokasi yang sudah dilarang karena menggunakan pedestrian jalan dan diatas parit.


Keberanian ini, tentunya selain mendapat pujian namun juga mendapat kritikan pedas baik dari wakil rakyat dan juga masyarakat umum. Kenapa tidak, sebab diketahui, ternyata Satpol PP Kota Medan juga belum mampu saat menertibkan tempat-tempat usaha yang diketahui ada memakai pedestrian jalan ataupun diatas parit.

Selain itu, kinerja Satpol PP Kota Medan juga dianggap lemah ketika melakukan penertiban dagangan yang ada di Merdeka Walk dan PK5 di Jalan Gatot Subroto, Jalan Juanda Simpang Jalan SM.Raja, dan bukan hanya itu, pembersihan papan reklame, bangunan tanpa memiliki izin mendirikan Bangunan (IMB), lokasi parkir liar yang memakai pedestrian jalan, belum maksimal. Demikian dikatakan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Boydo H.K.Panjaitan, SH kepada wartawan ketika melihat aksi Satpol PP Kota Medan melakukan penertiban dan pembongkaran kios-kios warkop Elisabeth yang berada di depan rumah sakit Santa Elisabeth Medan.Kamis (1/8/19).

Boydo pun mempertanyakan pemaksaan pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Medan terhadap 42 kios dan bukan malah melakukan penataan yang sudah melukai hati pedagang kecil yang mana seharusnya, pemerintah melindungi dan membina serta menata para pedagang kecil. Sebaliknya apa yang dilakukan saat ini cerminan ketidak pedulian pemerintah Kota Medan terhadap nasib para PK5 Warkop ElisabethMedan.

“Warkop Elisabeth, adalah salah satu warung kopi yang sudah diketahui banyak orang dikota Medan bahkan sampai keluar daerah. Cocok dijadikan icon untuk tongkrongan untuk segala usia. Saya sendiri juga sampai saat ini sering berkunjung untuk sekedar minum kopi di sini,”ujar Politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini lagi.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *