HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dame Duma Sosialisasi Perda KTR

MEDAN – Ada kepuasan tertentu memang bagi mereka yang merupakan perokok aktif. Ada yang mengatakan, jika tidak menghisap rokok maka seakan pikiran buntu, ada lagi yang bilang kalau tidak merokok sehari saja, badan terasa lemas dan kurang bergairah. Namun itu hanyalah sebagian kecil ucapan dari para perokok. Sementara bagi yang tidak perokok atau perokok pasif, bahaya asap rokok yang terhirup tanpa sengaja sangat berbahaya bagi kesehatan mereka (para perokok pasif) terutama anak-anak dan ibu rumah tangga. Demikian dikatakan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, SE pada saat pelaksanaan sosialisasi ke VII Perda No.3 Tahun 2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Minggu (7/4/2019) di Jalan Krisan, Komplek Griya Riatur, Kelyrahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
“Dengan adanya Perda No.3 Tahun 2014 Tentang KTR ini, masyarakat sudah bisa protes jika ada diketahui orang merokok di tempat-tempat yang sudah diarang dan ditulis perda tersebut. Perda ini bukan melarang untuk merokok, namun untuk membatasi daerah atau lokasi yang tidak boleh ada asap rokok. Tempat-tempat yang sudah disepakati antara lain, tempat umum, sekolah, kampus, mall, hotel, rumah sakit, rumah-rumah ibadah, restoran, perkantoran baik negeri dan swasta, dan lain sebagainya yang ada dibuat Perda KTR tersebut,” kata politisi dari Partai Gerindra Kota Medan ini.
Kenapa asap rokok berbahaya?, kata Duma, rokok yang terbuat dari tembakau yang dibakar dan dihisap atau dihirup udaranya mengandung Nikotin dan tar tanpa bahan tambahan. Diketahui, Nikotin adalah zat atau bahan senyawa pyrolidine yang terbuat dari nicotiana rustica dan spesies lainnya yang bersifat adaktif dapat mengakibatkan ketergantugan. Tar adalah kondensat asap yang merupakan residu dihasilkan saat rokok dibakar setelah dikurangi Nikotin dan air yang bersifat Karsinogenik. Zat adiktif adalah bahan yang menyebabkan adiksi atau ketergantungan yang membahayakan kesehatan dengan ditandai perubahan prilaku, kognitif dan fenomena fisiologis, keinginan kuat untuk mengkonsumsi bahan tersebut.
“Bagi ibu hamil dan menyusui, asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, termasuk anak-anak kecil didalam keluarga. Maka, hindarilah asap rokok di dalam rumah dan tempat yang tertutup. Sebab, rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti jantung, kanker, darah tinggi, impotensi, keguguran, TBC, dan kemandulan,” Jelas anggota legislatif dari Dapil 1 Kota Medan yang meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah ini.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *