TERKINI:

Tokoh Masyarakat Langkat Teman Dekat Djarot Dukung Edy-Ijeck


MEDAN - Mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Juni 2018 di Sumut, ternyata banyak terjadi perubahan di tengah-tengah masyarakat siapa yang dijagokan.

Seperti di Sumut sendiri, ada dua pasangan calon ingin menjadi kepala daerah untuk priode lima tahun 2018-2023 mendatang yaitu, Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Namun menghadapi pemilihan nanti, ternyata masyarakat Sumut, sangat jeli dalam menentukan siapa yang bakal dijagokannya untuk memimpin Sumut lima tahun kedeeman

Seperti yang dikatakan salah seorang tokoh masyarakat kabupaten Langkat, Bersinar Tarigan yang mengatakan, ia pilih pasangan calon Edy Rahmayadi dengan Musa Rajekshah untuk memimpin Sumut lima tahun kedepan.

"Saya teman dekat Djarot Syaiful Hidayat dan saya juga salah satu pengurus teras partai PDIP Kab Langkat. Namun disaat pemilihan nanti, suara saya dan keluarga saya tujukan buat Edy dan Ijeck," katanya saat ditemui di Medan, Jumat (11/5/2018).

Mengapa demikian, menurut Bersinar, Edy dan Ijeck lebih santun dalam segala hal. Selain itu, Edy dan Ijeck juga tak pernah membeda-bedakan siapa dan dari mana datangnya. Tapi dirangkul untuk bekerja sama dalam membangun Sumut agar daerah ini lebih baik kedepannya.

"Saya tak mengatakan Djarot dan Sihar itu tak baik, namun saya sudah jatuh cinta kepada Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah
khususnya dalam program membangun
Sumut dari setiap lini," tegasnya.

Bersinar menambahkan, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah merupakan putra daerah yang secara otomatis lebih mengetahui karakter masyarakat daerah ini, sehingga cita-cita ingin membangun Sumut insya Allah dapat tercapai dengan baik.

"Apalagi dilandasi dengan hati tulus dan ikhlas," ujar Bersinar yang mengatakan, Edy Rahmayadi itu orangnya tegas dan berkomitmen serta ditambah dengan pola pikir maju dari Ijeck selaku orang muda yang sudah pasti rasa cintanya buat Sumut tak perlu diragukan.

Sedangkan Djarot bukan putra daerah dimana tidak sepenuhnya mengetahui seluk beluk karakter masyarakat Sumut yang diisi berbagai suku dan etnis. Begitu juga dengan Sihar, yang besarnya bukan di Sumut.

"Artinya lebih baik kita memilih orang yang sudah kita kenal karakternya ketimbang belum sama sekali. Sebab dalam memilih kepala daerah, tidaklah seperti membeli kucing dalam karung, kita harus jeli khususnya dengan pendirian teguh demi majunya daerah kita kedepan," pungkasnya.(Red)